| |

Pembelajaran Daring

Lebih baik di rumah saja
Daripada di luar sana
Bekerjanya di rumah saja
Belajarnya di rumah saja
Ibadahnya di rumah saja (bareng keluarga)

PhotoGrid_1586336710106.jpgIMG_20200402_200112_607.jpgIMG_20200408_113326.jpgIMG_20200408_131945.jpg

Itulah sepenggal lagu yang sering kita dengar di media sosial dalam masa-masa penyebaran Covid-19. Ya...sejak tanggal 16 Maret 2020 adalah awal bencana pandemi virus corona di tanah air. Hal ini membuat kegiatan belajar di kelas ditiadakan. Pemerintah menghimbau sekolah-sekolah untuk melakukan Pembelajaran Daring. Pembelajaran Daring adalah sistem pembelajaran (dalam jaringan) atau online. Begitu juga dengan SD Kristen Petra 12 Sidoarjo, memulai pembelajaran daring secara terintegrasi di mana materi ajar disampaikan secara online melalui tayangan video.

Awalnya memang masih terasa sulit dan belum terbiasa, namun setelah sistem pembelajaran daring berjalan, para siswa dan orang tua mulai bisa mengikuti sistem ini dengan antusias. Tidak hanya para siswa yang harus belajar beradaptasi dengan adanya pembelajaran daring. Para guru pun harus berusaha keras untuk menciptakan sebuah pembelajaran yang menarik dan bervariasi. Tujuannya agar para siswa yang mengikuti pembelajaran dari rumah bisa tetap enjoy dan bersemangat untuk belajar.

Mau tidak mau peranan orang tua sangat penting dalam mendampingi pembelajaran daring. Setelah siswa mempelajari tayangan pembelajaran dari video atau slide, mereka harus mengerjakan soal-soal latihan yang sudah disediakan oleh guru melalui google form yaitu Tugas Belajar Mandiri. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi sejauh mana materi dapat dipahami oleh siswa.

Guru dan orang tua terus berkomunikasi tentang perkembangan belajar anak. Dengan demikian materi-materi yang masih dianggap sulit oleh anak dapat dijelaskan kembali pada tayangan video selanjutnya.

Selain pembelajaran melalui video dan slide, para guru dan tim IT SD Kristen Petra 12 juga membuat pembelajaran yang dikemas dalam bentuk drama. Ternyata model pembelajaran bentuk drama yang diperankan oleh para guru membuat anak-anak sangat senang dan lebih antusias belajar. Mereka mengaku sangat rindu dan ingin segera kembali ke sekolah untuk belajar dan bermain bersama teman-teman.

Untuk mengobati kerinduan para siswa akan sekolah , guru dan teman sekelas, maka para guru pun melakukan pembelajaran melalui Zoom. Alhasil anak-anak sangat heboh dan senang sekali saat Zoom perdana dilaksanakan pada tanggal 31 Maret 2020. Ada siswa yang sampai menangis saat melihat teman-teman dan gurunya. Semua merasa sangat kangen dengan bapak/ibu guru serta teman-teman. Kesempatan yang baik ini digunakan untuk sharing cerita, berdoa bersama, dan memuji Tuhan.

Melihat antusiasme para siswa, kegiatan Zoom pun secara rutin dilakukan dua kali setiap minggu, yaitu hari Selasa dan Kamis. Yah...tiada yang lebih penting bagi kami, para guru selain bisa melihat para siswa tetap bersemangat belajar meskipun hanya di rumah saja. Selamat belajar anak-anak...! Salam sehat dan semangat dari bapak/ibu guru buat kalian... We love you...and we miss you ...! Salam P’twelve.

boost the values reap the success