| |

Craft Activity

craft_actifityDi SD kristen Petra 12 ... “Lihat boneka yang kubuat, bagus dan lucu, kan?” tanya Dian, salah satu siswa kelas VI, yang sedang menyelesaikan boneka yang dibuatnya. Boneka tersebut berbahan dasar kain flanel dan dakron (serat tekstil poliester). Bagaimana cara membuatnya? Mudah saja...! Sebelum mulai membuat, persiapkan terlebih dahulu bahan-bahannya, yaitu kain flanel, dakron, jarum jahit, benang, gunting, dan lem untuk kain. Setelah semua bahan lengkap, potong kain flanel sesuai pola, sebanyak dua sisi atau lembar. Kemudian tempelkan, dan jahitlah dengan rapi pada tepi kain itu hingga menyisakan 10 cm, supaya kain dapat diisi dengan dakron. Setelah memasukkan dakron sampai penuh, lanjutkan menjahit sampai selesai. Dan sekarang, waktunya menghiasi dengan mata dan mulut. Tempelkan mata dan mulut yang sudah dibuat sesuai polanya, dengan menggunakan lem.

Making Jelly

making_jellyPagi hari itu... “Ayo kita aduk-aduk sampai mendidih,” kata Bu Retno, saat mengajar teman-teman kelas III SD Kristen Petra 12 tentang cara membuat agar–agar yang benar. Melalui pembelajaran ini, mereka diharapkan dapat menjelaskan petunjuk atau cara-cara melakukan sesuatu dengan benar. Mereka pun sangat antusias mengikuti seluruh proses pembuatan agar-agar ini. Bahan-bahan yang diperlukan adalah satu bungkus agar-agar, empat gelas air minum (900 cc), dan 120 gram gula pasir. Setelah semua bahan tersedia, kompor dinyalakan, dan panci diisi dengan air. Tuangkan agar-agar ke dalam panci yang telah berisi air, kemudian tambahkan gula pasir. Panaskan, sambil diaduk terus sampai airnya mendidih. Setelah mendidih, tuangkan ke dalam loyang atau cetakan. Kalau bisa, cari cetakan yang bentuknya menarik, sehingga hasilnya akan menarik juga, hehehe.... Biarkan sampai dingin, supaya agar-agarnya menjadi kenyal. Supaya nanti terasa lebih nikmat, masukkan ke dalam lemari es sebentar. Setelah itu, keluarkan agar-agar dari cetakan. Nah, sekarang agar-agarnya siap untuk dihidangkan. Hmm… nyam, nyam, nyam...!

My Experiment

Pada pagi hari itu... “Waawhh...!! Lihat, airnya sudah mendidih!” teriak Kevin, salah satu siswa kelas VIB SD Kristen Petra 12, saat melakukan percobaan pada mata pelajaran IPA tentang penggolongan benda yang bersifat konduktor dan isolator panas. Konduktor adalah alat yang dapat menghantarkan panas, misalnya: besi, aluminium, logam, dan seng. Sedangkan isolator adalah alat penghambat panas, misalnya: kain, asbes, dan kayu. Nah, dalam percobaan mereka kali ini, diperlukan beberapa peralatan untuk pengujian bahan konduktor dan isolator. yaitu: pembakar bunsen, kasa, gelas kimia, tabung reaksi, dan air. Beberapa benda yang diujicobakan, antara lain: sumpit, sendok stainless, sendok plastik, sendok mika, sodet, dan besi. Melalui percobaan ini, siswa diharapkan bisa membandingkan sifat kemampuan dalam menghantarkan panas dari berbagai benda. Wah, ternyata belajar IPA itu mengasyikkan, ya...!

Warna-Warni Batikku

“Lihat …  ternyata hasil karyamu sangat bagus, Cin!“ kata Sarah saat melihat hasil karya batik ikat milik temannya. Sarah dan teman-temannya di kelas VI SD Kristen Petra 12, telah berhasil membuat hasil karya dari kain, berupa batik ikat. Proses pembuatannya cukup mudah, lho...! Pertama, kelereng dimasukkan ke dalam kain yang berwarna putih, lalu diikat sesuai motif yang diinginkan, dengan menggunakan karet gelang. Kemudian, kain dicelupkan ke dalam pewarna yang diinginkan. Jika menginginkan warna lain, ikatan semula dibungkus dengan plastik, kemudian dicelupkan ke dalam pewarna tersebut. Tujuan pembungkusan dengan plastik adalah supaya warna tidak tercampur. Proses berikutnya adalah menjemur kain. Setelah kering, ikatan bisa dilepas. Nah, sekarang hasilnya sudah bisa terlihat! Ketepatan dalam mencampur warna sangat berperan dalam menentukan hasil warna yang indah.
Melalui pembelajaran ini, siswa dapat membuat motif batik dan mengekspresikan diri melalui permainan memadukan warna yang sesuai. Hasil dari kain jumputan tersebut dimanfaatkan untuk taplak meja. Nah, mejanya sekarang kelihatan lebih indah, kan…!

Kegiatan Pembelajaran di Kelas

    • Pembelajaran IPA kelas VI, para siswa dibimbing dalam memahami pertumbuhan tanaman umbi-umbian dan cara mencangkok tanaman.
    • Pembelajaran IPA kelas V, para siswa diajak untuk melihat secara langsung bagian tubuh binatang, dan mempelajari fungsi-fungsinya dengan mengunakan perlengkapan laboratorium.
    • Pembelajaran agama siswa kelas IV, mengenai ciptaan Tuhan dan ciptaan manusia. Para siswa diajak berkreasi sebagai bentuk syukur atas karunia akal budi yang sudah Tuhan berikan bagi dirinya.
    • Pembelajaran “perubahan bentuk pada suatu benda” di bidang studi IPA, dan memahami berat benda atau ukuran berat dalam pelajaran matematika pada kelas III. Disajikan dengan pembelajaran langsung yang dipraktikkan oleh para siswa.
    • Pembelajaran "bahaya sinar matahari", diberikan bagi siswa kelas II, sekaligus menanamkan pengertian akan pentingnya menjaga lingkungan agar tetap lestari demi masa depan.
    • Pembelajaran bagi kelas I, para siswa diajak untuk menyenangi makanan sehat, sekaligus mensyukuri apa yang telah Tuhan sediakan dalam hidupnya.
boost the values reap the success