| |

INDAHNYA KEBERSAMAAN DALAM KELOMPOK PERSEKUTUAN DOAKU

Ssttt.....lihat. Ada beberapa kelompok kecil yang berkumpul di beberapa tempat di sekolah kami pada hari Jumat, 29 Juli 2016 di akhir jam pelajaran. Jumlahnya sekitar 15-20 orang siswa yang dipimpin oleh seorang bapak/ibu guru. Ada yang di ruang kelas, ruang media, ruang art, aula, dan ruang BK. Tak lama kemudian terdengar suara lagu pujian yang dinyanyikan di tiap kelompok. Mereka sedang melakukan apa ya?
Teman-teman, semua siswa di SD Kristen Petra 12 sedang mengadakan Persekutuan Doa Siswa dalam kelompok-kelompok kecil. Di sana, kami bernyanyi, berdoa, dan mendengarkan penjelasan firman Tuhan. Persekutuan Doa kali ini mengangkat tema, “Bersikap Ramah” dari Titus3:2, “Janganlah mereka memfitnah, janganlah mereka bertengkar, hendaklah mereka selalu ramah dan bersikap lemah lembut terhadap semua orang”.
Kami punya waktu untuk sharing tentang pengalaman-pengalaman kami ketika diperlakukan baik atau tidak baik oleh teman. Dari pengalaman diri sendiri dan orang lain, kami dapat belajar bersikap ramah, seperti nasehat firman Tuhan hari ini.
Di dalam kelompok Persekutuan Doa, kami juga memberi ucapan selamat dan doa kepada teman-teman kelompok yang berulang tahun dalam minggu yang sedang berjalan. Tidak itu saja, kami juga mendoakan papa dan mama teman-teman yang juga berulang tahun pada bulan Juli 2016. Wow....teman-teman kami dan papa mama yang berulang tahun pasti sangat senang karena sekolah sudah menyediakan kartu yang indah sebagai pembatas buku yang diberi pita.
Betapa indahnya kebersamaan dalam kelompok Persekutuan Doaku hari ini. Kita kembali bertemu Jumat minggu depan, ya kawan. Bye.....bye....

persekutuan_2.jpgpersekutuan_3.jpgpersekutuan_1.jpg

KEBAKTIAN AWAL TAHUN AJARAN DI SEKOLAHKU

Memang benar apa yang disampaikan oleh Pdt. Samuel Enggar Hadi, S.Si., MBA kepada kami saat firman Tuhan dalam Kebaktian Awal Tahun Ajaran 2016/2017 pada hari Senin, 25 Juli 2016 di SD Kristen Petra 12. “Bola basket di tangan kita mungkin bernilai Rp 150.000,00.........tapi di tangan seorang atlit basket yang terkenal seperti Dwight Hoard atau Michael Jordan bisa bernilai ratusan juta dollar. Sepatu bola yang kita pakai mungkin bernilai Rp 300.000, 00.......tapi di tangan seorang pemain sepak bola terkenal seperti Ronaldo atau Zinedine Zidane, sepatu bola bisa bernilai sangat tinggi sekali. Semua tergantung di tangan siapa.”
Di tangan Tuhan, semua hal menjadi sangat bernilai karena sangat berharga bagi-Nya. Oleh sebab itu, tema kebaktian “Tangan Tuhan yang Pegang” dari Yesaya 41:13 menjadi penyemangat bagi kami untuk menjalani proses belajar sepanjang tahun ajaran ini.
Melalui lagu-lagu pujian, doa, dan firman Tuhan, kami semakin yakin bahwa kami pasti bisa melewati hari-hari bersama dengan teman dan bapak/ibu guru untuk belajar banyak hal yang baik dan memperkaya ilmu serta wawasan kami. Sebab, jika kehidupan kita di tangan Tuhan maka Tuhan pasti akan menyertai, memperlengkapi, dan memampukan kami untuk meraih harapan dan cita-cita kami.
Pasti.........di kelas yang baru ini, kami pasti lebih baik dari kelas sebelumnya. Bukan karena kekuatan dan kehebatan kami, tetapi karena tangan Tuhan yang memegang kami. Ayo teman-teman.....semangat dan terus semangat di tahun ajaran 2016/2017.

kebaktian_awal_4.jpgkebaktian_awal_3.jpgkebaktian_awal_1.jpgkebaktian_awal_2.jpg

SENANGNYA DI SEKOLAH

Kembali ke sekolah di Tahun Ajaran 2016/2017 membuat kami memiliki banyak cerita indah bersama teman-teman dan bapak ibu guru. Di hari pertama, kami disambut dengan lagu-lagu anak yang ceria yang membuat hati kami semakin senang. Juga sambutan spesial dari bapak dan ibu guru di halaman sekolah sambil membagikan pembatas buku bergambar yang indah.
Teman-teman, kegiatan di sekolah kami dari hari Senin sampai Jumat merupakan kegiatan yang asyik dan seru, yang membuat kami semakin bersemangat untuk menyambut proses belajar di tahun ajaran baru ini.
Di aula, kami bernyanyi dan melakukan permainan yang seru. Juga ada perkenalan antara guru dan siswa yang berada di kelas 1 sampai 6. Di hari yang lain, juga ada kegiatan nonton bareng (nobar) di tiap kelas yang ditayangkan melalui program video distribution.
Nah...., khusus siswa kelas 1, mereka punya kegiatan yang lebih spesial lagi lho. Selain beraktifitas melalui gerak dan lagu, mewarnai dan menempel, siswa kelas 1 juga bermain di luar kelas bersama guru kelas dan para guru pendampingnya. Mereka juga belajar berbaris dengan rapi dan mengelilingi setiap ruangan kelas dan ruangan lain sebagai pendukung proses belajar di sekolah. Misalnya, ruang perpustakaan, ruang komputer, lab.IPA, ruang tari, ruang musik, ruang media, dan UKS.
Wah.....tidak terasa kalau kami sudah bersekolah selama satu minggu. Semua senang dan akrab. Apakah kamu juga mengalami hal serupa, kawan?
Yuk....terus semangat bersekolah.

senangnya_2.jpgsenangnya_3.jpgsenangnya_5.jpgsenangnya_4.jpgsenangnya_1.jpg

I'M A LITTLE SCOUT

“Salam pramuka...!”, sapa salah satu pembina pramuka yang sekaligus adalah guru kelas kami. Pasti teman-teman sudah bisa menebak, kira-kira pengalaman apa ya yang akan kami bagikan di Gema Petra ini? Ya, tepat sekali, tentang pramuka. Tanggal 17 Juni 2015 lalu, kami siswa-siswi kelas IV SD Kristen Petra 12 mendapatkan pengalaman yang asyik, seru, dan menyenangkan melalui kegiatan Persari. Sudah tahu kan apa itu Persari? Persari adalah singkatan dari perkemahan siang hari. Jadi, dalam kegiatan ini, kami diajari dan dibimbing oleh para kakak pembina mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pramuka. Mulai dari sejarah pramuka, salam pramuka, tali menali, bendera semapur, lagu pramuka sampai cara membaca sandi.
Kegiatan Persari ini diawali dengan upacara pembukaan di lapangan bendera yang dipimpin oleh Kepala Sekolah yang kami sebut Mabigus. Mabigus adalah sebutan bagi pemimpin utama gugus. Dalam upacara pembukaan ini, kami diminta untuk mengucapkan 2 janji pramuka, yaitu Tri Satya dan Dasadarma Pramuka. Setelah upacara pembukaan usai, kami masuk ke dalam kelas untuk menerima materi. Kami juga dibagi dalam beberapa kelompok yang terdiri dari 6-7 anggota ditambah 1 pinru (pimpinan regu) dan 1 wapinru (wakil pimpinan regu). Kelompok dengan nama binatang adalah kelompok siswa laki-laki sedangkan kelompok dengan nama bunga adalah kelompok siswa perempuan. Dan yang lebih seru lagi, kami juga dipersilahkan menaruh barang-barang kami di dalam tenda sesuai dengan kelompok. Wow, keren kan? Selain menaruh barang-barang, kami juga bisa beristirahat dan menyusun yel-yel untuk permainan.
Sebelum kami menuju ke lapangan untuk mengikuti permainan-permainan yang telah disiapkan, kami harus memecahkan sandi morse terlebih dahulu, baru kami diijinkan menuju ke pos-pos permainan. Di pos 1, kami pun juga diberi tantangan untuk memecahkan sandi, yaitu sandi kotak. Setelah itu kami bermain ‘Menyeberang Lautan’ menggunakan kertas manila. Melalui permainan ini, kami dilatih untuk bisa bekerja sama dan saling tolong menolong di antara anggota kelompok. Kemudian, kami menuju ke pos 2. Di pos tersebut, kami diminta untuk mengartikan sandi rumput yang diberikan oleh kakak pembina dan yang lebih keren lagi, kami juga ditantang untuk merangkak di bawah tali rafia di lapangan rumput. Memang sulit, tetapi justru disinalah kami dilatih untuk menjadi anggota pramuka yang tangkas dan tahan uji.
Tidak kalah seru, di pos 3, kami bersama-sama bermain ‘Kereta Buta’ serta mengumpulkan bendera berpoin dengan mata tertutup. Lewat permainan ini, kami dilatih untuk taat dan percaya terhadap perintah pemimpin kelompok, karena hanya ketua kelompok saja yang matanya terbuka dan berhak memberi arahan kepada kami. Selanjutnya, kami berjalan menuju ke pos 4 dengan cara mengapit balon. Di pos 4 ini, kami bermain basah-basahan. Dii pos ini, kami diberi tugas untuk memindah air dari bak ke ember menggunakan handuk basah yang diestafetkan. Tentu, pakaian pramuka kami pun menjadi basah kuyup hehehe... Seerruuuu.... banget! .
Setelah puas bermain dan belajar, kami diberikan waktu untuk beristirahat, makan siang, berganti baju dan merencanakan bakat yang akan kami tampilkan di akhir kegiatan Persari. Bukan hanya itu, kami juga diminta untuk membuat telur komitmen dari kertas manila. Di telur komitmen ini, kami diminta untuk mengevaluasi sikap-sikap yang dapat mendukung keberhasilan kelompok dan yang menyebabkan kegagalan. Tidak terasa, kami sudah berada di ujung acara, yaitu upacara penutupan. Di upacara penutupan ini, kami menampilkan beraneka ragam bakat. Ada kelompok yang menampilkan drama, gerak dan lagu, serta puisi. Kami sangat menikmat kegiatan Persari ini dari awal sampai akhir. Bukan hanya ilmu serta pengalaman berharga yang kami dapatkan lewat kegiatan tersebut, tetapi juga keceriaan serta keakraban bersama kakak pembina serta teman-teman semua. Sekarang, kami siap menjadi penggalang-penggalang pramuka yang bersedia membagikan kebaikan kepada semua orang. Salam pramuka!

pramuka_1.jpgpramuka_4.jpgpramuka_3.jpgpramuka_5.jpgpramuka_2.jpg

BETTER TEETH, BETTER HEALTH

Teman-teman, kalian pernah tidak mengalami sakit gigi? Bagaimana rasanya? Pasti ngilu sekali.. Mau makan tidak enak, apalagi mau belajar. Penyebab utama gigi yang sakit adalah malas menggosok gigi, betul kan? Oleh karena itu, untuk mendorong kami, siswa-siswi SD Kristen Petra 12, semakin rajin menggosok gigi, maka, sekolah mengadakan kegiatan seru bertema “Gosok Gigi Bareng Yuukk....” pada hari Kamis, 19 Mei 2016. Sebelum acara ini berlangsung, kami diminta untuk membawa peralatan gosok gigi pribadi berupa sikat dan pasta gigi, gelas, serta 1 botol air mineral ukuran sedang.
Oh iya teman-teman, kalian sudah tahu belum cara menggosok gigi dengan benar? Menurut drg. Kristanti, ada beberapa tahap menggosok gigi dengan benar, yaitu gosoklah gigi dengan gerakan dari atas ke bawah dan bawah ke atas. Kemudian, gosoklah gigi bagian dalam dan samping. Selanjutnya, jangan lupa berkumur. Setelah menerima arahan dari drg. Kristanti mengenai cara menggosok gigi, kami pun bersama-sama mempraktekannya di halaman depan sekolah secara serentak bersama Sisi (Si Sikat) dan Sigi (Si Gigi). Siapa mereka? Mereka adalah Bapak dan Ibu guru yang memakai kostum dokter dan membantu kami memperagakan cara menggosok gigi dengan benar. Setelah kegiatan usai, gigi kami terasa lebih bersih, nafas kami begitu segar dan kami semakin percaya diri memberikan senyum yang cemerlang. Selain itu, kami juga semakin termotivasi untuk lebih giat menyikat gigi minimal 2x sehari, karena gigi yang sehat bisa mendukung kami memperoleh tubuh yang sehat serta prestasi yang lebih baik lagi. Ingat motto ini, better teeth, better health! Say cheese ...

gosok_gigi_1.jpggosok_gigi_2.jpggosok_gigi_3.jpg

boost the values reap the success