| |

Peduli Pada Diri Sendiri

“Sudahkah saya peduli pada diri sendiri?”
Teman-teman, pertanyaan penting ini jarang sekali kita tanyakan pada diri sendiri. Memang, kadang kala kita suka memperhatikan atau peduli pada orang lain, tetapi kita lupa untuk memperhatikan diri sendiri.

Nah, hari Sabtu, 21 September 2013, di sekolah kami, SD Kristen Petra 12, kami belajar untuk mempedulikan diri sendiri secara langsung.
Teman-teman di kelas 1 dan 2 membuat jus buah. Meskipun mereka masih kecil, tapi mereka bisa lho, peduli akan kebersihan diri sebelum membuat jus buah kesukaan mereka. Tidak lupa mencuci tangan dan menata rambut sebelum kegiatan dimulai. Setelah itu, mereka siap-siap menggunakan celemek agar baju seragamnya tidak kotor. Nah, saatnya membersihkan buah-buah segar untuk dijus. Setelah ibu guru membantu memotong buah-buah itu dengan potongan yang lebih kecil, merekapun siap untuk memasukkan potongan buah ke dalam mesin blender. “Jangan lupa gula dan susunya, ya”, teriak Kanthi Devi dengan penuh semangat kepada anggota kelompoknya.

Lain lagi cerita dari teman-teman di kelas III dan IV. Mereka membuat sate buah. Caranya hampir sama lho teman-teman. Mereka juga perlu peduli akan kebersihan dirinya terlebih dulu, sebelum membuat sate buah. "Nyam...nyam...nyam...." sate buahnya segar sekali. Bentuknya yang lucu dan manis, menambah selera untuk memakannya.

Kelas V dan VI, mereka membuat puding buah. Wah... menu yang satu ini memang lebih rumit, karena kami perlu menyiapkan banyak hal. Dan yang terpenting, semuanya harus bersih. Kebersihan diri dan bahan serta alat yang dipakai, agar puding yang disajikan nanti terjaga kebersihannya.

Teman-teman,
Proses pembelajaran ini benar-benar menyenangkan.
Apakah kamu juga sudah peduli pada dirimu sendiri?
Ayo jaga kebersihan, kesehatan, dan kerapian dari diri sendiri, mulai dari sekarang.
Jangan ditunda-tunda ya.

peduli1.jpgpeduli3.jpgpeduli2.jpg

Memberi Kontribusi

Memberi kontribusi memang perlu dipraktekkan secara langsung. Seperti yang telah kami terapkan di sekolah kami. Kami semua belajar untuk memberi kontribusi agar sekolah kami yang tercinta ini semakin hijau dan segar. Wah... kami semakin nyaman untuk belajar bersama dengan teman dan bapak/ibu guru. Teman-teman, rasanya senang sekali karena kami memberi kontribusi dengan hati penuh syukur. Kami berusaha memberikan yang terbaik melalui tenaga, ketrampilan, dan talenta kami masing-masing. Ada yang melukis pot dengan ide-idenya yang sangat indah. Ada juga yang mewarnai pot-pot bunga dengan talentanya yang indah sehingga pot-pot bunga sekolah kami semakin menarik.

Tidak hanya kelas besar saja lho yang memberi kontribusi, sebab siswa kelas 2 juga memberi kontribusi sederhananya dengan melakukan kerja bakti. Mereka sangat cekatan mengumpulkan beberapa daun kering dan sampah plastik yang ada di halaman sekolah, serta membersihkan kelasnya masing-masing.

Teman-teman, melalui kegiatan ini kami belajar untuk saling bekerja sama agar kontribusi kami masing-masing semakin lengkap. Ternyata, ketika kita saling memberi kontribusi, pekerjaan yang terasa berat dapat diselesaikan dengan cepat dan menjadi ringan. Bahkan kini sekolah kami semakin hijau dan tampak asri. Udara segar pun kini menjadi milik kami. Terima kasih buat semua teman-teman SD Kristen Petra 12 yang sudah memberikan kontribusinya.

kontribusi1.jpgkontribusi2.jpg

Useless Become Useful

Teman-teman, kami siswa-siswi SD Kristen Petra 12 membuat keranjang sampah dari barang-barang bekas. Bahan-bahan yang kami perlukan untuk membuat keranjang sampah ini tidaklah sulit. Kami hanya memerlukan ember bekas cat, tutup botol, lem, cat minyak dan kuas. Pertama-tama, kami membersihkan ember bekas cat terlebih dahulu, kemudian ember tersebut kami cat dan kami gambari sesuai dengan tema yang kami inginkan. Setelah itu, kami biarkan cat tersebut kering dan kami hias lagi dengan tutup botol air mineral. Tutup botol itu ada yang kami lem menyerupai bentuk bunga, daun dan lain sebagainya. Wah, sekarang ember bekas cat kami sudah berubah menjadi keranjang sampah yang berguna dengan bentuk yang sangat indah. Melalui kegiatan ini, kami bisa belajar memberi kontribusi untuk sekolah kami dengan cara memanfaatkan barang bekas menjadi barang yang berguna dengan cara yang kreatif dan menyenangkan. Ayo, teman-teman, barang bekas apalagi ya yang bisa dimanfaatkan...??

useful.jpg

Tanggung Jawab Atas Kebebasan

”Tanggung Jawab atas Kebebasan” menjadi tema Pendidikan Karakter kami untuk tanggal 10 Maret 2012 yang lalu. Kali ini kami membawa berbagai macam peralatan dapur untuk dimainkan di kelas. Ada yang membawa galon air mineral, sendok, piring melamin, botol kosong, dan sebagainya. Namun agar ritme yang dikeluarkan oleh peralatan tersebut dapat harmonis, kami perlu bertanggung jawab dalam membunyikannya. Memang benar...., kebebasan yang bertanggung jawab bisa menghasilkan kesejahteraan dan kedamaian. Benar kan teman-teman?

pkk3.jpgpkk4.jpg

Disiplin Dalam Menepati Waktu

Tema Pendidikan Karakter pada tanggal 3 Maret 2012 lalu adalah ”Disiplin dalam Menepati Waktu”. Kami membuat pola boneka dengan kepala berbetuk jam dari kertas karton yang dilengkapi dengan tujuh kantong di bagian perutnya untuk menunjukkan hari Senin sampai Minggu. Kemudian kami menuliskan jadwal harian kami di kertas kecil dan menaruhnya dalam kantong-kantong tersebut. Kini kami semakin belajar untuk mempergunakan waktu yang ada secara disiplin.

pkk1.jpgpkk2.jpg

boost the values reap the success